Kenapa Mimoo Dibuat: Cerita Dari Founder
oleh Founder Mimoo ยท Founder ยท 14 Februari 2026
2 tahun yang lalu, mama saya kehilangan dompetnya di pasar.
Bukan dompet biasa. Di dalamnya ada foto laminating Bapak (yang sudah meninggal 5 tahun) yang selalu beliau bawa. KTP, kartu BPJS, dan beberapa kartu nama temen-temen lama yang udah jarang ketemu.
Mama gak nangis karena uangnya. Mama nangis karena fotonya.
"Foto itu satu-satunya yang Mama bawa sehari-hari," kata Mama waktu cerita ke saya via telepon. Suaranya bergetar.
Saya cari di berbagai forum lost-and-found, lapor polisi, pasang pengumuman di grup-grup Facebook lokal. Hasilnya nihil. Padahal yang nemu, kalau berbaik hati, gak punya cara untuk hubungi mama selain kasih ke pos satpam (yang seringnya gak ada).
Saat itu saya mikir: kenapa di era smartphone dan internet, lost-and-found masih primitif?
Dari situ lahir Mimoo.
Mimoo dibangun dengan beberapa prinsip yang kami pegang teguh:
1. Cozy, Bukan Corporate
Hampir semua app produktif terasa cold, transactional, dan distant. Kami mau Mimoo terasa seperti teman hangat yang ada saat kamu butuh. Itu alasannya kami punya maskot blob ungu yang gemoy, karakter beragam dari Indonesia (Denpa Bali, Salma berhijab, Kupa bersalib, dll), dan bahasa yang hangat (bukan robotik "Your item was scanned at...").
2. Gratis Selamanya
Banyak app lost-and-found berbayar dengan fitur dasar yang malah berbayar. Itu absurd. Mimoo 100% gratis selamanya. Tidak ada paket Pro/Premium yang kunci fitur. Mimoo bertahan dari donasi & physical card sales (segera!).
3. Privacy by Design
Saat barang hilang, kamu butuh penemu hubungi kamu. Tapi gak mau nomormu tersebar di internet. Mimoo encrypt kontak darurat dengan AES, hash IP penemu (anti-tracking), dan recovery URL gak di-index Google. Privacy bukan checklist, tapi principle.
4. Made for Indonesia
Banyak app global gak ngerti konteks Indonesia. WhatsApp dominan? Mimoo prioritize WA contact. Bahasa Indonesia hangat itu beda dengan corporate English translate? Mimoo native ID dengan tone keluarga. Dibangun di sini, untuk di sini.
Mimoo masih sangat early stage. Ada banyak fitur yang belum ada (mobile app, push notif, B2B mode, dll). Tapi kami percaya:
Lebih baik mulai kecil dengan hati, daripada besar tapi tanpa jiwa.
Kalau cerita ini resonate dengan kamu, kami senang sekali kamu coba Mimoo dan kasih feedback. Setiap email yang masuk ke hello@mimoo.id, kami baca semua.
Terima kasih sudah jadi bagian dari journey ini.
โ Tim Mimoo ๐
P.S. Dompet mama gak pernah ditemukan. Tapi setiap reunion yang Mimoo facilitate, rasanya seperti reunion kecil yang menyembuhkan luka itu.